Barongan Ala Bubutan
16.40 |
Label:
SeniBudaya
Barongan merupakan kesenian tradisional yang jarang dilirik oleh masyarakat saat ini. Namun, hal berbeda terjadi di Desa Donorejo khususnya di Dukuh Bubutan. Di Dukuh Bubutan, Kesenian tradisional Barongan menjadi kesenian yang dimainkan oleh warga Dukuh, bukan hanya oleh remaja namun juga anak-anak.
| Barongan saat dimainkan oleh sekelompok anak kecil Dk. Bubutan |
Barongan ala Bubutan dimainkan oleh sekelompok anak kecil. Dengan alat sederhana topeng yang berukuran kecil sampai besar, alat musik sederhana, barongan pun dimainkan. Berdasarkan informasi yang diterima, barongan dimainkan oleh orang-orang yang sudah kesurupan, namun karena di Dukuh Bubutan, barongan dimainkan oleh anak-anak kecil, yang memainkannya pun berakting seolah-olah kesurupan.
Barongan Ala Bubutan dimainkan tidak hanya malam hari tapi juga di siang hari, biasanya pada hari minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan malam hari saat malam minggu sekitar pukul 19.30 WIB. Barongan diiringi oleh musik dengan memakai alat musik kecil yang menyerupai gamelan yang di pukul oleh anak kecil sekitar.
Mukena Pak Nurhasani
![]() |
| Usaha Bordir Milik Pak Nurhasani |
| Proses pendataan UKM Bordir Mukena milik Pak Nurhasani |
Berdasarkan data yang ada, beliau memulai usahanya dengan peralatan sederhana. Namun, seiring berjalannya waktu usaha bordir Pak Nurhasani mengalami perkembangan yang cukup pesat. Beliau menggunakan alat-alat yang terkomputerisasi setelah mendapat pinjaman modal dari bank setempat untuk menunjang usahanya. Usahanya fokus pada Bordir Mukena. Untuk pemasarannya Bapak Nurhasani memasok ke pasar-pasar Kabupaten Pekalongan sampai Kabupaten Kendal dengan volume mencapai 300 potong/bulan.
Selain itu, Pak Nurhasani rutin memasok barang dagangannya pada sebuah Biro Perjalanan Haji yang beralamat di Jakarta. Saat ini, karyawannya berjumlah 30 orang yang bertugas mulai dari produksi, pemasar, maupun karyawan lepas yang membantu pengerjaan finishing produk. Proses produksinya dimulain dari membordir pola dengan menggunakan mesin terkomputerisasi pada kain potongan, kemudian kain potongan tersebut dijahit sehingga membentuk mukena. Selanjutnya pengerjaan finishing (merapikan bentuk mukena) dilakukan oleh karyawan lepas dari =ibu-ibu rumah tangga sekitar.
Pandai Besi Pak Hamidun
| Proses pendataan UKM milik Pak Hamidun |
Pandai Besi merupakan salah satu mata pencaharian yang sering ditemui di Desa Donorejo. Mata pencaharian Pandai Besi tersebar di beberapa Dukuh seperti Dukuh Kecing, Dukuh Krandon dan Dukuh Bubutan. Salah satu pengrajin pandai besi adalah Pak Hamidun dari Dukuh Kecing. Alat-alat yang dihasilkan meliputi alat-alat pertanian seperti sabit, cangkul, dan martil. Usaha pandai besi milik Pak Hamidun merupakan usaha keluarga yang turun temurun, namun mulai dipegang oleh Beliau sekitar tahun 1999.
Hasil usaha ini biasanya dijual di Tersono, Limpung, Subah, Bawang dan Sumatera. Bahan alat-alat pertanian ini berupa besi dan baja, biasanya dipasok dari Kota Semarang dan Pekalongan. Adapun tenaga kerja yang dimiliki oleh Bapak Hamidun sebanyak 2 orang dan merupakan pemuda dari Dukuh yang sama.
Usaha pandai besi milik Pak Hamidun ini dalam 1 tahunnya mendapatkan omset sekitar 3 jutaan. Meski usaha ini hanya dikelola oleh orang yang sedikit, dalam setiap harinya dapat menghasilkan sabit kurang lebih 20 buah dan cangkul 4 buah. Hambatan yang dialami oleh Pak Hamidun adalah jika terjadi mati listrik dan dalam segi penjualan barang tersebut. Diharapkan usaha ini akan lebih berkembang baik dalam produksi maupun penjualannya.
Maulud Nabi Dk. Kecing
02.37 |
Label:
ReportaseDesa
![]() |
| Suasana persiapan acara Maulud Nabi di Dk. Kecing |
Donorejo, Januari 2013 Desa Donorejo rame dengan acara pengajian, baik di masjid-masjid maupun perkumpulan-perkumpulan kelompok tertentu. Dengan masyarakat yang keseluruhan beragama Islam ini menambah kekhusyukan suasana Maulud Nabi yang jatuh pada tanggal 24 Januari 2013. Acara Maulud Nabi pun tak henti-hentinya diselenggarakan di masing-masing Dukuh.
Dukuh Kecing merupakan salah satu Dukuh di Desa Donorejo yang menyelenggarakan acara Maulud Nabi tepat pada tanggal 24 Januari 2013. Acara diselenggerakan di depan Musholla Kecing. Persiapan acara Maulud Nabi dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 dibantu oleh para Remaja Masjid, warga sekitar, dan teman-teman dari TIM 1 KKN Universitas Diponegoro 2013 Desa Donorejo.
![]() |
| Persiapan acara Maulud Nabi di Dukuh Kecing |
Meski acara akan berlangsung pada malam hari, pemasangan tratak, panggung, dan tempat duduk dilakukan sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Sore harinya, penempatan tempat penerimaan tamu mulai dipasang, barang-barang seperti meja meminjam dari MI Donorejo yang tak jauh dari lokasi acara. Sesuai tradisi dan kebiasaan di Desa Donorejo, jamaah perempuan dan laki-laki dibedakan tempatnya dan dipisahkan oleh tirai dan korden. Panggungnya pun hanya bisa dilihat oleh jamaah laki-laki.
Acara Maulud Nabi di Dukuh Kecing berlangsung dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Acara dibuka dengan penampilan rebana dari Qotrhun Nada dari Dukuh Krandon, Desa Donorejo. Kurang lebih 3 sholawat ditampilkan oleh grup rebana dari Krandon tersebut. Setelah penampilan rebana, acara Maulud Nabi dimulai. Adapun pembicara yang diundang dalam acara tersebut dari Pamulang, Jawa Tengah. Meski di iringi dengan hujan rintik-rintik, acara Maulud Nabi berlangsung cukup meriah.
Tahu Pletok Pak Diyanto
![]() |
| Pabrik Tahu Pak Diyanto di Dk. Krandon |
Tahu merupakan pangan yang sering dijumpai di Desa Donorejo. Pengusaha tahu yang paling dikenal di Desa Donorejo adalah milik Pak Diyanto. Pak Diyanto selaku pengusaha tahu sekaligus guru olahraga ini memulai usahanya sejak dulu. Beliau melanjutkan usaha keluarga yang turun temurun, namun usaha tersebut mulai dipegang oleh Pak Diyanto sejak tahun1984.
Tahu yang dihasilkan berupa tahu mentah dan tahu matang. Pabrik Tahu ini beralamat di Dk. Krandon RT 01 RW 03. Tahu diproduksi dengan kurang lebih 1 kwintal / 100 kg tahu tiap harinya kecuali pada hari raya umat Islam produksi tahu dihentikan sementara. Adapun tahu mentah 25% dan tahu matang 75% dari keseluruhan tahu yang dihasilkan. Pasokan bahan baku kedelai dipasok dari Kota Semarang.
| Proses pendataan UKM Tahu milik Pak Diyanto |
| Tahu Pletok Pak Diyanto |
Berdasarkan data yang diperoleh, keuntungan kotor hasil produksi tahu sekitar 20%, untuk keuntungan bersihnya sekitar 10% dari omset. Pak Diyanto memiliki 4 orang pegawai yang bekerja di pabrik dan 5 orang pegawai yang berjualan di pasar. Pasokan kedelai setiap bulannya berjumlah sekitar 2,5 ton. Produksi tahu ini berjalan sampai sekarang karena dirasa memiliki perkembangan yang cukup signifikan terbukti dengan hasil produksi tahunya selalu terjual habis tiap harinya. Ampas hasil produksi tahupun juga dimanfaatkan untuk pakan ternak dan diolah kembali untuk tempe gembus.
Qothrun Nada Krandon
14.00 |
Label:
SeniBudaya
| Banner Qothrun Nada-Krandon Donorejo |
Grup Rebana Qothrun Nada merupakan grup rebana asli dari Dukuh Krandon Desa Donorejo, Limpung, Batang. Qothrun Nada berdiri pada tahun 2010 dan didirikan oleh Bapak Khumaedi. Sejarah berdirinya Qothrun Nada berawal dari keinginan Bapak Khumaedi untuk memiliki grup rebana. Awalnya grup rebana beranggotakan bapak-bapak dan pemuda-pemuda setempat, pada suatu ketika grup rebana akan tampil dalam sebuah acara di Kota Kendal, Bapak Khumaedi pun meminta anaknya untuk mengajak teman-teman mengikuti acara tersebut. Berawal dari situlah, grup rebana Qothrun Nada terbentuk dan saat ini beranggotakan 11 orang (anggota inti).
| Qothrun Nada saat tampil di acara Wisuda TPQ An-Najah ke-7 |
Anggota inti Qothrun Nada adalah anak-anak laki-laki asli Dukuh Krandon dengan rentang dari kelas 2 SD sampai SMP kelas 2. Adapun anggotanya antara lain :
- Hilal Saifurryan (Vokalis utama)
- Musafa (Vokalis utama)
- Afit (Backing Vokal)
- M. Khairun Nirfan
- Aan
- Piu
- Ayak
- Kiki
- Helmy
- Apan
- Agung
Grup rebana Qothrun Nada memiliki 3 pembimbing, yang salah satunya adalah Bapak Khumaedi dan 1 pelatih yaitu Ustad Ariffum Bilah atau yang sering dipanggil Ustad Ifum. Qothrun Nada berlatih setiap hari Jum'at setelah Sholat Jum'at dan malam Minggu di Masjid Krandon dan sesekali di kediaman Bapak Khumaedi. Dalam sebulan, grup rebana Qothrun Nada rutin tampil 2x pada saat Malam Minggu Kliwon dan Malam Minggu Pahing di tempat yang berbeda-beda.
Adapun prestasi yang telah diraih oleh grup rebana Qothrun Nada adalah :
- 2010, Piagam AMRI Festival Rebana Se Eks Karesidenan Pekalongan.
- 2011, Peserta Festival Rebana, Gebyar Seni dan Budaya PC. IPNU-IPPNU Kabupaten Batang.
- 2012, Peserta Gebyar Rebana 01 Al-Ridlwan.
- Juni 2012, Vokal Terbaik pada Gebyar Rebana 01.
- 9 Juni 2012, Vokal Terbaik Gebyar Rebana 01 Al-Ridlwan Desa Purwosari Kec.Patebon, Kendal.
Siapa Bilang Wisuda Cuma Buat Anak Kuliah??
05.44 |
Label:
ReportaseDesa
| Suasana Wisuda TPQ An-Najah |
Donorejo, 1 Februari 2013, atau bertepatan dengan 25
Robiul Awal 1434 H kemarin, Dukuh Sikidang mempunyai agenda perhelatan yang
cukup membanggakan. Salah satu TPQ di Dukuh Sikidang, “An-Najah” menggelar
acara wisuda untuk santriwan-santriwati bimbingannya yang telah menamatkan
semua jilid kitab yang dipelajari. Pada wisuda kali ini ada 9 anak yang telah
diwisuda, diantaranya yakni 5 santriwan dan 4 santriwati.
TPQ
An-Najah memiliki santri dari berbagai daerah. TPQ ini mempunyai 3 bangunan,
yang pertama Pondok Pesantren untuk santriwati, madrasah tempat mengaji
anak-anak setiap ba’da Magrib dan Musholla An-Najah. Walaupun berada di lokasi
yang berbeda-beda, namun antara 1 bangunan dengan bangunan yang lainnya
jaraknya tidak terlalu jauh.
Acara
wisuda merupakan agenda rutin tiap tahun yang diselenggarakan. Acara wisuda
yang ke-7 kali ini diselenggarakan di Mushola An-Najah. Diawali dengan
penampilan grup rebana Qothrun Nada dari Dukuh Krandon, acara dimulai pukul
19.00 WIB. Antusiasme para santri maupun para wali santri terlihat dengan
penuhnya ruangan musholla An-Najah tempat wisuda digelar. Setelah penampilan
kurang lebih 3 lagu sholawat dari grup rebana Qothrun Nada, acara ditunda
sementara untuk melaksanakan shalat Isya’ berjamaah.
| Grup Rebana Qothrun Nada saat tampil sebagai pembuka Wisuda |
Acara
kembali di mulai pukul 20.00 WIB. Kali ini pembawa acara yang juga santri TPQ
membacakan beberapa susunan acara. Bapak Ketua TPQ menyampaikan selamat kepada
para santiwan-santriwati dalam sambutannya, Beliau juga menyampaikan ide
mengenai diadakannya satu kelas lagi yang khusus untuk mempelajari kitab
Rifaiyah. Setelah sambutan adalah acara inti, Santri yang akan diwisuda
menempatkan diri di depan panggung untuk diuji.
| Santri TPQ An-Najah yang diwisuda |
Pengujian
oleh pendidik maupun para wali santri yang hadir berlangsung selama kurang
lebih 2 jam. Pengujian dilakukan kepada perseorangan santri, baik dalam
menghafal maupun menyebutkan hukum bacaan dari ayat Al-Quran yang ditentukan
oleh penguji. Dengan berlangsungnya acara wisuda ini diharapkan mampu memicu
baik untuk para santri TPQ maupun warga sekitar untuk tetap melestarikan kitab
suci Al-Quran dan memperkenalkan pada calon-calon penerus bangsa sedini
mungkin.
Data Monografi Desa
Penduduk Desa Donorejo pada tahun 2012 berjumlah 2192 penduduk, dengan jumlah penduduk laki-laki adalah 1112 jiwa dan jumlah penduduk perempuan adalah 1080 jiwa. Semua penduduk Desa Donorejo beragama Islam. Berikut adalah grafik usia di Desa Donorejo :
| Grafik usia di Desa Donorejo berdasar data Monografi Desember 2012 |
Berdasarkan grafik usia di atas, dapat disimpulkan bahwa :
Jumlah penduduk terbanyak adalah penduduk laki-laki berusia 25-29 tahun. Hal ini menjadi potensi Desa Donorejo, karena memiliki jumlah tenaga kerja yang cukup banyak. Sehingga hal ini dapat meningkatkan sektor perekonomian Desa Donorejo.
Data Mata Pencaharian Penduduk Desa Donorejo adalah sebaga berikut :
Mata Pencaharian
|
L
|
P
|
Jumlah
|
Buruh
harian lepas
|
165
|
185
|
350
|
Buruh
nelayan
|
1
|
0
|
1
|
Buruh
peternakan
|
2
|
0
|
2
|
Buruh
tani
|
10
|
9
|
19
|
Guru
|
10
|
5
|
15
|
Industri
|
8
|
7
|
15
|
Guru
|
10
|
5
|
15
|
Karyawan
honorer
|
4
|
0
|
4
|
Karyawan swasta
|
41
|
14
|
55
|
Kepala desa
|
1
|
0
|
1
|
Kepolisian
RI
|
2
|
0
|
2
|
Konstruksi
|
13
|
0
|
13
|
Mekanik
|
2
|
0
|
2
|
Rumah
tangga
|
0
|
126
|
126
|
Nelayan
|
1
|
0
|
1
|
Pedagang
|
28
|
42
|
70
|
Pegawai
Negeri Sipil
|
14
|
10
|
24
|
Pelajar/Mahasiswa
|
223
|
167
|
390
|
Pembantu
rumah tangga
|
0
|
5
|
5
|
Penata
busana
|
0
|
1
|
1
|
Penata
rambut
|
2
|
0
|
2
|
Pensiunan
|
1
|
1
|
2
|
Perangkat
desa
|
6
|
0
|
6
|
Perawat
|
0
|
1
|
1
|
Perdagangan
|
62
|
93
|
155
|
Petani
|
106
|
125
|
231
|
Peternak
|
2
|
0
|
2
|
Pialang
|
1
|
0
|
1
|
Sopir
|
20
|
0
|
20
|
Tentara
Nasional Indonesia
|
4
|
0
|
4
|
Transportasi
|
14
|
0
|
14
|
Tukang
batu
|
12
|
0
|
12
|
Tukang
jahit
|
67
|
31
|
98
|
Tukang kayu
|
5
|
0
|
5
|
Tukang las/pandai
besi
|
6
|
0
|
6
|
Wiraswasta
|
91
|
55
|
146
|
Belum
bekerja
|
185
|
202
|
387
|
A
|
3
|
1
|
4
|
Si Nila, Si Bawal Ibu Mae
| Kolam Ikan Bawal |
| Kolam Ikan Nila |
Desa Donorejo memiliki potensi dalam bidang pertanian maupun pembudidayaan ikan. Desa Donorejo dilalui oleh sungai panjang yang dapat dimanfaatkan oleh para warga tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga tapi juga untuk perairan sawah dan juga sumber air perikanan. Begitu juga dengan Ibu Maesaroh, Guru SD Donorejo sekaligus warga Dukuh Sikidang ini memanfaatkan potensi yang ada untuk membuat usaha di bidang perikanan. Meski usaha ini baru dirintisnya 2 tahun yang lalu, namun ibu Maesaroh memiliki tekad untuk meningkatkan dan memperbesar usahanya.
Usaha budidaya ikan milik Ibu Maesaroh ini baru sebatas 2 ikan, yaitu ikan nila dan ikan bawal. Pembudidayaan ikan ini baru bisa dipetik hasilnya setelah 1/2 tahun atau setiap 1 tahun sekali. Hal itu dikarenakan pakan ikan yang belum maksimal dan belumnya pemberian pakan dengan waktu yang tepat. Ibu Maesaroh memiliki 2 kolam ikan, dimana untuk kolam yang terletak di depan rumah adalah kolam untuk ikan bawal dan kolam yang terletak di belakang rumah adalah untuk ikan nila.
Berdasarkan hasil pengamatan, kolam ikan nila yang terletak di belakang rumah Ibu Maesaroh ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lebih bagus. Dengan bentuk kolam yang cukup luas, kolam ikan ini dapat dimanfaatkan menjadi tempat pemancingan, didukung dengan pemandangan sawah yang hijau dan luas semakin menambah keasikan dan kelebihan yang sudah dimiliki.
Berdasarkan data yang diperoleh melalui proses wawancara, saat ini Ibu Maesaroh memelihara 2000 ikan nila dan 500 ikan bawal untuk pembudidayaan. Untuk penjualan, Ibu Maesaroh memberikan harga Rp 20.000,00/kg nya untuk semua jenis ikan. Proses penjualannya pun baru sebatas ke tetangga-tetangga. Diakui selama kurang lebih 2 tahun berwirausaha ini, keuntungan yang diperoleh belum memuaskan namun cukup untuk balik modal. Meski demikian, usaha pembudidayaan ikan air tawar ini akan terus dilanjutkan oleh Ibu Maesaroh dengan harapan dapat memperoleh hasil yang lebih baik untuk kedepannya.
Berdasarkan hasil pengamatan, kolam ikan nila yang terletak di belakang rumah Ibu Maesaroh ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi lebih bagus. Dengan bentuk kolam yang cukup luas, kolam ikan ini dapat dimanfaatkan menjadi tempat pemancingan, didukung dengan pemandangan sawah yang hijau dan luas semakin menambah keasikan dan kelebihan yang sudah dimiliki.
| Proses Pendataan UKM Ikan Air Tawar milik Ibu Maesaroh |
| Ikan Nila |
Langganan:
Komentar (Atom)












